Tertibkan Bangunan di Bantaran Kali

Tertibkan Bangunan di Bantaran Kali

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut ada pelanggaran bangunan yang menyebabkan banjir dan longsor di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Ya, di situ diduga ada pelanggaran di bangunan tersebut. Harusnya tidak boleh ada tembok yang jaraknya persis di samping sungai. Harusnya ada space yang cukup sehingga tidak terjadi longsor, ” kata Ariza, panggilan familier Wagub DKI, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, bangunan yang menyebabkan longsor di Jagakarsa itu memiliki pagar agung dan padat dengan tanah. Kala terjadi longsor, ada pinggiran kali yang tergerus sehingga menutupi kali. Alhasil sungai pun tertutupi sebab reruntuhan longsor dan menimbulkan banjir yang menenggelamkan sekitar 300 panti.

“Kedua bangunan pagar itu roboh ke rumah yang ada di seberang sungai sehingga mengakibatkan meninggalnya seorang ibu berusia 42 tahun, ” imbuhnya.

Pihaknya sudah meminta dinas terpaut untuk mengecek dan menginvestigasi bangunan yang diduga melanggar tersebut.

Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, serta Pertanahan (Citata) DKI Heru Hermawanto meminta pengembang Perumahan Melati Residence membongkar bangunan rumah yang menerbitkan bencana.

Ia menyebut pihaknya dan Suku Dinas Citata Jakarta Selatan telah meminta keterangan sejumlah pihak terkait bencana itu, termasuk
pengembang Perumahan Melati Residence. Mereka pula sudah mengamankan bangunan dan kedudukan agar musibah itu tidak terjadi kembali.

“Pengembang sudah ditanya kemarin, membentuk, langsung sama teman-teman sudin. Kemudian tindakan yang diambil sudin untuk mengamankan bangunana sama lokasinya supaya jangan sampai terjadi lagi musibah yang tidak kita harapkan, ” ungkapnya.

Heru juga mengatakan akan meniti bangunan-bangunan yang melanggar sempadan sungai. “Sudah dibuatkan edaran kasudin buat mencermati semua kondi si wilayah. Karena ini apa pun bisa terjadi (bangunan roboh dan membuahkan longsor), dengan kondisi medan memperlawankan kontur yang begitu tinggi, mau berpotensi sekali terjadi, ” sirih Heru.

Wilayah-wilayah Ibu Kota yang menjadi target penelusuran ialah timur serta selatan. Kedua wilayah itu memiliki perbedaan kontur tanah yang pas besar.

Sementara itu, di Kota Depok tindakan mendirikan bangunan tanpa IMB di badan Sungai Cikumpa, anak Sungai Ciliwung, Depok, Jawa Barat, berlanjut. Sebelumnya, pembangunan berhenti karena adanya pemberitaan dan sejumlah pemberitahuan pejabat Kota Depok.

Dalam pantauan Jalan Indonesia, kemarin, di lokasi terlihat sekitar 10 pekerja. Mereka menurunkan bahan bangunan seperti batu kali dan semen dari tebing sungai dengan menggunakan terpal.

Pemkot, kepada Jalan Indonesia, mengatakan bangunan tersebut tak ber-IMB. Pemkot juga meminta pemilik bangunan membongkar bangunan tersebut. Dinas PUPR sudah dua kali melayangkan surat ke Satpol PP buat membongkar bangunan tersebut. Namun, Satpol PP tidak juga bergerak. (Hld/KG/J-1)