Termuda Emil Dukung Luhut Pimpin Penanganan Korona

Termuda Emil Dukung Luhut Pimpin Penanganan Korona

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan dukungannya atas penunjukkan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai koordinator pusat delapan)provinsi buat penanganan virus korona.

Hal itu diungkapkan pria yang karib disapa Kang Emil itu saat mengunjungi dan melantik Tim Merpati dan Tim Elang, inovasi penanganan covid-19 Pemkot Bogor, Selasa (15/9).

“Kebetulan Pak Luhut sudah ditunjuk secara resmi jadi koordinator pusat untuk 8 daerah, di mana urutan keempatnya Jawa Barat. Maka pasti tiap minggu kita rapat dengan Pak Luhut juga, ” ungkap Emil.

Emil terpendam dalam kondisi saat ini dengan disebutnya perang melawan covid-19, jangan melihat siapa atau jabatannya.

“Memang penugasan hari ini lagi perang. Jangan lihat tupoksinya ini menteri barang apa, tugasnya apa. Hari ini sifatnya emergency, siapa yang ditugaskan ya kita dukung, ” ujarnya.

Emil memgatakan saat ini memang dibutuhkan perjuangan ekstra dan harus bersama. Tempat menyebut jika dulu perang tersebut melawan manusia yang punya hati dan yang bisa dilobi.

“Sekarang perangnya bukan dengan manusia. Tidak memiliki emosi. Tidak bisa dilobi politik, tidak bisa diatur-atur dan kita tidak paham bentuknya seperti barang apa, ” imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, kalau situasinya sudah perang, oleh karena itu seperti zaman dulu, yang turun bukan hanya tentara yang perang konvensional, tapi juga seluruh bagian masyarakat.  

“Nah, hari ini juga sama yaitu perang melawan covid, yang di depan teknis tersedia tenaga dokter, kesehatan. Yang memiliki harta bela negaranya dengan harta. Ada yang nyumbang APD, ventilator ada yang nyumbang receh, tersedia yang nyumbang uang miliar, seluruh bela negara dengan hartanya, ” tandasnya.

Yang kedua, bela negara dengan ilmunya. Para dokter mencari solusi, mencari obat, ahli vaksin seluruh bergerak. Kemudian membela negara secara tenaga.

“Katakanlah tidak punya harta, tak punya ilmu, tapi punya tenaga. Kita bela negara dibutuhkan era perang ini menjadi relawan yang mengalahkan musuh, ” tandasnya.

Terakhir, lanjutnya, jika tidak punya harta, tak punya ilmu, tidak punya gaya adalah bela negaranya yang keempat yaitu jangan jadi korban covid-19.

“Caranya cuma satu yaitu disiplin. Karena musuh itu datang di kelompok. Musuh itu datang pada karakter yang tidak dsiplin. Maka kalau musuh ini agar jauh lantaran korban, pakai masker, cici lengah dan jaga jarak. Itu ialah bela negara melalui kedisiplinan, ” pungkas mantan Wali Kota Bandung itu. (OL-8).