Ribuan Rumah Terdampak Banjir Banyumas

Ribuan Rumah Terdampak Banjir Banyumas

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

SEJUMLAH sungai di wilayah Banyumas dan perbatasan dengan Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng) meluap. Di antaranya adalah Sungai Serayu, Klawing & Pelus. Akibatnya, sejumlah kecamatan terbenam banjir yakni Banyumas, Somagede, Kalibagor, Sokaraja, Rawalo, dan Kembaran.

Berdasarkan pemantauan Media Indonesia, banjir cukup pelik melanda Desa Kedungguter, Kecamatan Banyumas yang berbatasan dengan Desa Sokawera, Kecamatan Somagede.

Selain itu, banjir juga terjadi di Desa Pajerukan, Kecamatan Kalibagor. Banjir juga merendam timah penghubung antara Banyumas ke Purbalingga tepatnya di jalur menuju Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman pada Wirasaba, Purbalingga yang tengah dibangun.

Baca juga: Sungai Beringin Meluap, Mangkang Terendam Banjir

Di Desa Kedungguter, relawan dan Awak SAR melakukan evakuasi terhadap awak yang masih bertahan di vila mereka, karena ketinggian banjir pada lokasi setempat maksimal ketinggian dada orang dewasa atau antara 1-1, 5 meter.

“Banjir yang terjadi disini mulai pagi akibat luapan Sungai Serayu. Banjir di sini telah lama tidak pernah terjadi. Sudah dulu pada 2000 atau 20 tahun silam, ” kata Kardi, 54, penduduk setempat.

Di lokasi setempat, ada lebih dari 100 warga yang mengungsi. Sedangkan jumlah rumah yang terendam mencapai ratusan. Pranata Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas masih melakukan pendataan jumlah vila yang terendam.

Banjir yang terjadi di Desa Pajerukan, Kecamatan Kalibagor juga mengakibatkan lebih dari 30 vila terendam, sehingga penduduk juga mengungsi.

“Kami mulai mengungsi sejak pukul 03. 00 karena luapan Sungai Klawing dan Serayu masuk ke pemukiman, ” kata Wasiadi, 63, awak setempat.

Sementara, luapan Sungai Klawing mendatangkan jalan terendam  banjir hingga ketinggian satu meter di sekitar Jembatan Linggamas di  perbatasan antara Banyumas dengan Purbalingga. Jalan yang terbenam cukup vital dan merupakan tiang menuju Bandara JB Soedirman.

“Sepeda mesin tidak bisa lewat dengan mesin hidup. Makanya, kebanyakan didorong, ” ujar Bambang, 37, warga setempat.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas Bercak Puji Astuti mengaku tidak mencari Sungai Serayu meluap. Selain sungai tersebut, ada Sungai Klawing serta Sungai Pelus juga meluap. Situasi itu karena curah hujan yang tinggi.

“Hingga kini, lebih dari 1. 000 rumah di sejumlah kecamatan di Banyumas terdampak banjir. BPBD telah melakukan upaya evakuasi serta penyiapan tempat pengungsian, ” sahih Titik. (OL-1)