aktivis-myanmar-kembali-gelar-aksi-protes-anti-kudeta-militer-1

Penggerak Myanmar Kembali Gelar Kesibukan Protes Anti-Kudeta Militer

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

PELOPOR Myanmar merencanakan lebih penuh protes anti-kudeta pada Rabu (24/3), termasuk pemogokan diam-diam dengan banyak bisnis, mengikuti menyerukan agar orang-orang status di rumah.

Sementara itu, pada Selasa (23/3) seorang gadis berusia tujuh tahun tewas di rumahnya setelah pasukan keamanan melepaskan tembakan selama tindakan keras pada Mandalay.

Para pengunjuk rasa pro-demokrasi juga menggelar bertambah banyak lilin malam tercatat di distrik komersial pokok kota Yangon dan di Thahton di Negara Periode Mon.

Aksi tersebut dilakukan setelah staf pada upacara pemakaman di Mandalay mengatakan pada Selasa bahwa seorang gadis berusia tujuh tarikh telah meninggal karena luka tembak di kota. Dia menjadi korban termuda di dalam tindakan keras berdarah kepada oposisi terhadap kudeta 1 Februari.

“Tentara menembak ayahnya tetapi mengenai gadis tersebut, yang duduk di pangkuannya di dalam rumah itu, ” kata saudara perempuannya kepada outlet media Myanmar Now.   “Dua pria juga tewas di distrik itu, ” imbuhnya.

Pihak tentara tidak segera mengomentari kejadian tersebut.   Aktivis pro-demokrasi mengubah taktik dan berencana untuk mengadakan pemogokan sembunyisembunyi pada hari Rabu (24/3).

“Tidak boleh keluar, tak ada toko buka, tak bekerja. Semua tutup. Cuma untuk satu hari, ” kata ilustrator dan tokoh Nobel Aung.

Unggahan dalam media sosial menunjukkan bervariasi bisnis mulai dari ride hailers hingga apotek yang rencananya akan ditutup.

Gerombolan aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan setidaknya 275 orang telah tewas dalam tindakan sungguh-sungguh pasukan keamanan. (Aiw/Straitstimes/OL-09)