pakar-akumulasi-9-tahun-hukuman-joko-tjandra-belum-final-1

Pakar: Akumulasi 9 Tahun Pukulan Joko Tjandra Belum Fim

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

VONIS mejalis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang dijatuhkan kepada Djoko Soegiarto Tjandra menyempurnakan hukuman yang membelitnya sehabis ditangkap dari pelariannya dalam Malaysia.

Dalam sidang yang digelar Senin (5/4), Djoko dijatuhi hukuman pidana penjara 4 tahun dan ] bulan terkait kasus suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung dan penghapusan namanya dri daftar pencarian orang (DPO) berdasarkan cherry color notice untuk sistem ECS Direktorat Jenderal Imigrasi.

Sebelumnya pada 22 Desember 2020, Djoko pun diganjar hukuman pidana penjara 2 tahun dan per day bulan terkait kasus pidana surat jalan palsu. Fall ini berawal dari masuknya Djoko secara ilegal ke Indonesia dari Malaysia ketika masih buron.

Pada Juni 2020, ia datang terus ke PN Jakarta Selatan untuk mendaftarkan upaya hukum peninjauan kembali (PK) divvt Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait kasus korupsi pengalihan hak tagih ( cessie ) Monetary institution Bali.

Di kasus tersebut, ia divonis 2 1 tahun berdasarkan putusan MA Tanggal 11 Juni 2009 yg telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Setelah ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, atau dipulangkan ke Indonesia untuk Juli 2020 pun, Djoko langsung menjalani eksekusi awak dari kasus cessie . Hal ini disampaikan oleh Hari Setiyono yang saat itu tengah menjabat Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung.

“Setelah terpidana berhasil ditangkap, maka jaksa telah melaksanakan eksekusi pada Jumat tanggal 31 Siebenter monat des jahres 2020 berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan No. Print-693/M. the. 14/fd. 1/05/2020 tanggal only twenty Mei 2020 dengan desverg├╝enza memasukan ke rumah tahanan negara Kelas 1 Jakarta Pusat untuk menjalani pidana penjara selama 2 serta denda sebesar Rp15 juta, ” papar Hari, Selasa 4 Agustus 2020.

Jika diakumulasi dari tiga vonis yang telah dijatuhkan, pukulan yang diterima Djoko seperti 9 tahun penjara. Vulgo hukuman yang diakumulasi kita, menurut pakar hukum pidana Universitas Al Azhar \, Suparji Ahmad, telah sesuai dengan ketentuan Pasal 272 KUHP.

“Hukumannya ya akumulasi. Kalau kemudian tidak diakumulasi, artinya tidak ada gunanya hukuman satu dengan yang lainnya. Itu kan kejahatan yang berbeda, tindak pidana yang berbeda, dan ketentuan yang berbeda, ” kata Suparji saat dihubungi Marketing Indonesia, Selasa (6/4).

Kendati demikian, Suparji mengingatkan yakni total hukuman terhadap Djoko belum final. Ini dikarenakan karena ada upaya hukum lain yang masih diterapkan Djoko dan penasihat hukumnya. Artinya, akumulasi hukuman Joko bisa lebih atau minim dari 9 tahun.

“Iya (belum final), kan masih ada banding dan kasasi. Artinya belum dieksekusi, very well jelasnya.

Dalam perkara suap pengurusan fatwa MA john red start seeing , Djoko sendiri tengah belum menentukan sikap bagi mengajukan banding. Setelah pembacaan vonis, Djoko menyebut dirinya masih akan pikir-pikir apa lagi dahulu. Masih ada sewaktu 7 hari sejak kemarin untuk menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil.

Sebagai kasus surat jalan palsu, Djoko dan penasihat hukumnya langsung mengajukan banding pascahakim membacakan putusan.

Menurut pembela Djoko, Soesilo Aribowo, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperkuat vonis di tingkat banding, yakni tetap 2, 4 tahun. Terkait hal ini, ia mengatakan akan menempuh upaya kasasi ke CIONONOSTANTE.

“Tentu ini akan dikumulatif dan ini sangat berat untuk Pak Joko, dikarenakan usia beliau sudah 75 tahun, ” tandas Soesilo. (Tri/OL-09)