Pada Ahok, Anggota DPRD Jakarta Ngaku Gaji Gak Naik di 2021

Pada Ahok, Anggota DPRD Jakarta Ngaku Gaji Gak Naik di 2021

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

MANTAN Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pedengan Ahok ikut angkat bicara soal polemik kenaikan tunjangan anggota DPRD DKI di 2021 mendatang. Ahok pun bertanya langsung ke mantan stafnya yang kini menjadi bagian DPRD DKI dari Fraksi PDI-P, Ima Mahdiah.

“Karena kamu tidak taruh seperti itu, berdebat di dunia sosmed yang begitu provokatif akan terjadi pro kontra tidak ada yang menang dan kalah. Jadi beta pengen tahu faktanya, ” prawacana Ahok di akun Youtube Panggil Saya BTP yang disiarkan Minggu (6/12).

Ima pun menjawab bahwa, buat gaji dan tunjangan di 2021 tidak mengalami kenaikan. Besaran perolehan yang diperoleh atau take home pay itu sejak 2017 sebesar Rp73 juta. Hingga kini dan rencana di 2021 disebutnya tak ada kenaikan.

“Satu bulan Rp73 juta untuk semua, take home pay. Tidak ada kenaikan, ” cakap Ima kepada Ahok.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Bangun Rasa Aman dan Percaya Diri Bangsa

Menurutnya, yang mengalami kemajuan adalah kegiatan anggota dewan. Seperti ada peningkatan anggaran untuk kesibukan reses. Itupun uangnya tidak menghunjam ke rekening pribadi anggota mahkamah. Melainkan dikirimkan ke penyelenggaran kesibukan reses.

“Pertama reses, uangnya masuk ke penyelenggaran yang melaksanakan reses. Tidak kirim ke rekening kami, siap kami dateng hanya menjadi rujukan yang dilakukan sama penyelenggaran reses. Itu dilakukan oleh Sekretariat Jawatan (Setwan). Semua laporan dipertanggungjawbakan ke sana, ” jelasnya.

“1 bulan ana dapat Rp73 juta untuk take home pay. Semua tunjangan bagian, tunjangan beras semua Rp73 juta. Jadi tidak ada kenaikan seperti yang ada di medsos. Tumpuan rumah Rp110 juta nggak ada. Jadi disini dari 2017 telah segini take home pay-nya. Berupa tunjangan perumahan Rp60 juta serta tunjangan transportasi Rp21, 5 juta, ” pungkasnya. (OL-4)