nusantara-1

Nusantara

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

PELAKSANA tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Maros, Muh Ferdiansyah mengatakan Pemerintah Kabupaten Maros melalukan pembatasan di perbatasan Kabupaten Maros, menyusul pemberlakuan pengetatan mobilitas Pelaku Perjalanan Dalam Kampung (PPDN) terkait larangan pegangan. Menurutnya penyekatan dilakukan tiba di perbatasan Maros-Pangkep dan Maros-Bone.

“Ini salah utama upaya menekan penyebaran virus korona atau  covid-19 mencuaikan Satgas Penanganan Covid-19, ” kata Ferdiansyah, Senin (26/4).

Baca juga: Masyarakat Termasuk Santri Dilarang Mudik

Di mengungkapkan, jika penyekatan yang dibelakukan, sifatnya sedang memperketat mobilitas masyarakat mengakar dan atau keluar lantaran dan keluar Maros pra 6 Mei 2021.

“Karena mulai 6-17 Mei, kami betul-betul mengikuti peraturan pembatasan mudik lebaran 2021 itu. Jika ditemukan ada dengan melanggar, maka warga ataupun pengendara diminta putar pulih kembali ke asalnya, ” tegasnya.

Bagi mereka pada kondisi dinas atau tugas, serta kedaruratan, harus menutup syarat yang berlaku serupa melampirkan surat tugas dan surat keterangan rapid antigen, swab PCR atau GeNose yang negatif.

Mengaji juga: Doni Sebut OTG Ancaman Memutar Bahaya Jika Nekat Mudik

Sebelumnya, Kepala Dinas Relasi Sulawesi Selatan, Muhammad Padang arafah menjelaskan, jika untuk pada Sulsel sendiri larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 dilakukan pengecualian untuk daerah anglomerasi, yaitu Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar (Mamminasata).

“Selain itu perjalanan dinas dalam masa itu dibolehkan bagi  ASN, pegawai BUMN/BUMD Polri, TNI, serta swasta yang dilengkapi surat tugas, ” jelas Arafah.

Pemerintah serupa masih membolehkan masyarakat berjalan antardaerah untuk  kunjungan keluarga sakit, atau kunjungan jarang anggota keluarga. Demikian pula bagi ibu hamil serta pendampingnya. Jika melanggar, pemudik  akan dikenakan sanksi, yakni diarahkan putar balik ke wilayah asal. Sedangkan badan usaha dikenakan sanksi administratif. (OL-3)