Libanon-Israel Segera Negosiasi Perbatasan

Libanon-Israel Segera Negosiasi Perbatasan

LIBANON dan Israel mengatakan gelora wa mereka akan mengadakan persetujuan yang ditengahi AS terkait sengketa tanah dan perbatasan laut.

Hal itu pembicaraan pertama dalam beberapa dekade antara dua negara yang dengan teknis masih berperang. Ketua Parlemen Libanon, Nabih Berri, mengatakan kalau AS akan  bertindak sebagai penyedia selama pembicaraan yang akan diadakan di kota perbatasan Libanon selatan Na qoura.

Dia menjelaskan kesepakatan kerangka kerja telah dicapai untuk mengacu negosiasi dan membacakan salinannya di dalam 22 September. “Amerika Serikat diminta oleh kedua belah pihak, Israel dan Libanon, untuk bertindak sebagai mediator dan fasilitator untuk menyusun perbatasan laut dan siap untuk melakukan ini, ” katanya, Kamis (1/9).

Mengenai masalah perbatasan laut, buah terus-menerus akan di adakan di Markas Besar PBB di Naqoura di bawah sponsor PBB. “Perwakilan AS dan koordinator khusus GANDAR untuk Libanon siap memberikan warta pertemuan bersama yang akan mereka tanda tangani dan tunjukkan pada Israel dan Libanon  untuk ditandatangani pada akhir setiap pertemuan, ” tambahnya.

Di Israel, Menteri Energi Youval Steinitz mengatakan, dalam sebuah pemberitahuan bahwa negosiasi langsung akan diadakan setelah pesta Yahudi Sukkot yang berakhir 10 Oktober.   Perembukan yang akan dilaksanakan itu pun mendapat respons positif dari negeri internasional. Pasukan penjaga perdamaian PBB yang berpatroli di perbatasan bersama menyambut baik berita tersebut.

“(UNIFIL) menerima baik pengumuman hari ini tentang kesepakatan kerangka kerja untuk menyelenggarakan ne gosiasi antara Libanon dan Israel tentang demarkasi perbatasan laut antara kedua negara, ” katanya.

Pada sisi lain, sebanyak tujuh negara Arab atau muslim kemungkinan akan mengikuti jejak yang diambil sebab Uni Emirat Arab (UEA) & Bahrain dengan menandatangani perjanjian untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Hal tersebut diungkapkan penasihat khusus Presiden GANDAR Donald Trump tentang negosiasi Timur Tengah, Avi Berkowitz. (Van/Hym/AFP/Arab News/I-1)