Kejadian Covid-19 di Sulsel Melonjak, Penjagaan Sampel 2 Kali Lipat

Kejadian Covid-19 di Sulsel Melonjak, Penjagaan Sampel 2 Kali Lipat

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Daksina, sejak 24 Desember lalu, menaikkan jumlah sampel yang diperiksa menjelma 4. 000-an, dari yang sebelumnya hanya setengahnya.

Penambahan pemeriksaan sampel tersebut, menurut Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, karena beberapa hal. Salah satunya adalah terjadi peningkatan kasus pascapelaksanaan kegiatan seperti Pemilihan kepala wilayah (Pilkada).

“Tapi, kenaikan kasus ini tentu diakibatkan beberapa event, yang menyesatkan dominan memang faktor Pilkada. Kemajuan kasus ini juga dibarengi secara kenaikan (pemeriksaan) spesimen. Jadi spesimen kita juga naik dua kali lipat, ” kata Nurdin.

Membaca juga: DIY Catat Rekor Baru Covid-19 Selama Tiga Hari Beruntun

Dia menjelaskan, pemeriksaan semakin masif karena dikhawatirkan virus korona mudah menyebar. Semakin ditemukan peristiwa positif, tentu akan semakin menyandarkan angka penularan.

“Kita sangat ingin memotong mata rantai penularan covid-19 pada Sulsel, ” jelas Nurdin, Minggu (27/12).

Hingga Sabtu (26/12), kasus anyar covid-19 di Sulsel mencapai nilai 547 kasus menjadi 28. 863 kasus dan yang sembuh pula banyak 504 orang menjadi 2. 291 orang. Sementara yang wafat sebanyak empat orang menjadi 575 orang.

Dalam sepekan terakhir, angka urusan baru di Sulsel setiap harinya di atas 500 kasus. Itu didominasi dari Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kanupaten Sinjai. Jadi Rt (angka reproduksi efektif) berkecukupan pada posisi 1, 33.

Sehingga, Nurdin tidak menampik, Sulsel saat ini berada pada urutan kelima pronvisi dengan risiko penularan yang luhur di Indonesia dan di luar Jawa. Sehingga harus ada jalan bersama memutus mata rantai covid-19.

“Upaya kita memutus mata rantai ini dengan memperbanyak labaratorium dan spesimen. Akhirnya terus terjadi penurunan. Persis sekarang ini, ini dampak lantaran Pilkada kemarin, kita berharap urusan positif ini menurun, ” sebut Nurdin.

Meski demikian, ungkapnya, dominan peristiwa positif di Sulsel adalah orang tanpa gejala (OTG). (OL-1)