Internet Jangkau Ujung Utara Kalimantan

Internet Jangkau Ujung Utara Kalimantan

 

TIM Ekspedisi Bakti untuk Negeri, program kerja sama Pranata Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan Media Group News ( Metro TV ), kali ini menjelajah Kalimantan Utara. Di provinsi termuda di Nusantara ini, tim merasakan konektivitas internet sudah baik hingga ke pinggiran.

Provinsi pertama yang disinggahi ialah Semenanjung Se­lor di Kabupaten Bulungan. Jadi ibu kota Kalimantan Utara, Semenanjung Selor menjadi pusat pemerintahan sekaligus denyut nadi perekonomian, salah satunya di Pasar Induk Tanjung Selor.

Dalam tempat ini, dukungan telekomunikasi dengan baik, khususnya internet, berperan istimewa bagi kemajuan ekonomi masyarakat. Hal ini dirasakan Fania, seorang mahasiswa yang membantu sang ibu berdagang sayur secara online melalui Facebook , Whatsapp , dan Instag­ram .

Meski berjualan di pasar, Fania mengaku pembelinya lebih banyak memesan via daring terlebih di zaman pandemi covid-19. “Awalnya sehari mampu Rp200 ribu-Rp400 ribu. Sekarang mampu sampai Rp2 juta-Rp3 juta, ” aku Fania.

Secara umum, kondisi ja­ringan internet di Kabupaten Bulungan sudah cukup baik. Namun, topografi daerah yang berbukit di sana pula masih menyisakan titik-titik hampa ( blank spot ).

Untuk itu, Kementerian Kominfo melalui Setia masih akan membangun jaringan telekomunikasi dan informasi di wilayah itu. “Kita sudah mendapat alokasi 23 titik untuk wilayah Bulu­ngan. Kita sudah membuat skala-skala prioritas, ” ujar Kepala Dinas Komunikasi & Informatika Kabupaten Bulungan HM Zulkifli.

Di Desa Gunung Seriang, Bulungan, dengan memiliki waktu tempuh 30 menit dari pusat kota Tanjung Selor, jaringan internet sudah masuk sejak dua tahun terakhir. Kepala Kampung Gunung Seriang, Hermansyah, mengatakan bahwa masuknya internet bermanfaat banyak dalam desanya.

Antara lain untuk fasilitas pejabat seperti pengiriman data online hingga penggunaan belajar jarak jauh bagi anak-anak sekolah saat pandemi covid-19.

“Sekarang ini di kantor segala sesuatu pelaporan pasti menggunakan sistem aplikasi berbasis data online . Dengan adanya program Bakti Kesibukan ini, kita pemerintah desa, khususnya masyarakat disini sangat terbantu, ” katanya.

“Sebelum Bakti Aksi masuk di desa ini, masyarakat sini selalu pemerintah desa harus mencari spot-spot jaringan internet sampai naik ke gunung atau ke tepi sungai. Saat ini segala sesuatu laporan di pemerintah desa sangat terbantu dan tidak lagi mesti manjat ke tempat-tempat tinggi, ” imbuhnya.

Dari Tanjung Selor, tim bergerak ke arah mengadukan, tepatnya ke Desa Pulau Sapi, Kabupaten Malinau. Dengan suasana yang asri dan rumah-rumah khas yang dihias seni lukis motif dayak, Desa Pulau Sapi juga dijadikan destinasi wisata.

Karena itu, adanya akses internet sangat memudahkan masyarakat untuk memasarkan desa wisata mereka dalam media sosial.

Tujuan selanjutnya ialah Tanah Sebatik yang merupakan garis terluar Kaltara. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Pulau Sebatik tak lepas dari berbagai isu seperti pergeseran patok batas negeri, penyelundupan miras dan narkotika, dan tingkat kesejahteraan warganya.

Namun di sini, telekomunikasi bukan satu diantara dari urusan.

Patuh Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, sebab 434 desa di wilayahnya, cuma ada 13 desa yang belum terjangkau jaringan seluler.

“Dari 4 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Utara (jaringan telekomunikasi) sudah elok sebenarnya. Jadi pengeluaran masyarakat Kaltara untuk kepentingan telekomunikasi terbesar kedua setelah transportasi dan itu membantu nilai inflasi kedua tertinggi pada Kaltara, ” ungkapnya. (Ifa/S2-25)