Hadapi Pariwisata Era Pandemi, Sekolah Turisme Perlu Inovasi

Hadapi Pariwisata Era Pandemi, Sekolah Turisme Perlu Inovasi

TANTANGAN yang dihadapi sekolah tinggi turisme di Indonesia semakin berat sebab persaingan semakin ketat. Terlebih semenjak pandemi covid-19 telah mengubah penjelajahan pariwisata di dunia. Sehingga madrasah pariwisata pun harus berinovasi dan membuat terobosan baru untuk menyelaraskan adaptasi kebiasaan baru di zona pariwisata.

Hal itu dikemukakan oleh Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti Fetty Asmaniati saat membukan program family gathering STP Trisakti secara virtual di Jakarta, Jumat (30/10). Dengan tema Kebersamaan menuju keberlanjutan STP Trisakti, Fetty memamaparkan tantangan STP Trisakti ke depan benar berat.

“Persaingan telah meningkat dan keberadaan STP Trisakti tidak akan berdiam tanpa dukungan keluarga besar STP Trisakti. Untuk itu saya mengatakan terima kasih atas dukungannya, ” kata Fetty Asmaniaty pada pandangan gathering tersebut. Apalagi pemerintah telah menetapkan 10 Bali Baru sebagai wajah baru Destinasi Wisata Dunia dan menjadi ikon pariwisata Nusantara. Kehadiran 10 destinasi Bali Gres ini menjadi tantangan bagi STP Trisakti dalam mendukung program pemerintah.

baca juga:   Evaluasi Lekas Sistem Pembelajaran Jarak Jauh
 
Ketua Ijmal Badan Pengurus Yayasan Trisakti Dr Bimo Prakoso, mengatakan STP Trisakti telah maju berkembang dengan kaya untuk itu karyawan diminta pasti mau berjuang, bekerjakeras bersama-sama di dalam mendukung lembaga dan program negeri atau negara.

“Tidak ada yang pakar sendiri, keberhasilan adalah keberhasilan tim bukan perorangan, ” kata Bimo.

Program dihadiri keluarga besar STP Trisakti diakhiri dengan lomba Tiktok. (OL-3)