Djokovic, Nadal Menebar Pujian

Djokovic, Nadal Menebar Pujian

NOVAK Djokovic dan Rafael Nadal berduel untuk ke-56 kali sepanjang karier mereka di final grandslam Prancis Terbuka, Kompleks Tenis Roland Garros, Paris, malam ini. Seteru abadi itu pun saling memuji lawan yang bakal dihadapi.

“Ini panti dia (Nadal). Saya akan mempunyai motivasi untuk menang, saya mengalahkannya di sini pada 2015, tetapi ini akan menjadi tantangan terbesar melawan Nadal di lapangan desa liat, ” kata Djokovic petenis Serbia yang menempati posisi teratas dunia.

“Satu hal yang saya cakap ketika menghadapi Novak, saya harus tampil terbaik. Tanpa penampilan terkemuka, situasi bakal sangat sulit, ” ungkap Nadal.

“Saya tahu, ini lapangan yang paling saya kenal cukup lama dan sangat membantu. Tempat satu diantara lawan paling tangguh, ” tandas petenis Spanyol berusia 34 tahun yang kini berada di peringkat dua dunia.

Laga final transendental itu tercipta setelah Nadal lebih dulu melangkah ke final setelah di semifinal mengalahkan petenis Argentina, Diego Schwartzman dengan straight putaran, 6-3, 6-3, 7-6 (7/0). Kelakuan Nadal itu diikuti Djokovic dengan melalui pertarungan lima set menghabisi unggulan kelima asa Yunani, Stefanos Tsitsipas, 6-3, 6-2, 5-7, 4-6, 6-1.

Bagi Nadal yang dijuluki ‘Raja Tanah Liat’, ini menjadi kesempatan memenangi Prancis Terbuka untuk ke-13 kalinya. Sekaligus upaya dia menyamai catatan trofi grandslam milik Roger Federer sebanyak 20 kali jempolan.

Tidak kalah apik pula catat­an Djokovic yang mengincar trofi grandslam ke-18 jika mampu mengalahkan Nadal suangi ini. Djokovic, yang ung­gul 29-26 dari 55 kali bentrok dengan Nadal, bakal menjadi orang mula-mula dalam setengah abad yang menyikat keempat grandslam sebanyak dua kala.

Sekalipun secara keseluruhan pertarungan masih keok dari Djokovic, Nadal superior bila bentrok di lapangan tanah gayal. Bahkan di Roland Garros, Nadal ung­gul dengan skor 6-1. Cuma, bentrok terakhir kedua petenis terjadi pada 2015 saat Djokovic menghabisi Nadal di perempat final Prancis Terbuka.

Sementara itu, kedua pemain sudah delapan kali bertemu di final grandslam. Skor sementara, kedua pemeran berbagi skor 4-4. Djokovic menang di AS Terbuka 2011, Wimbledon 2011, Australia Terbuka 2012 & 2019, sedangkan Nadal menorehkan kemajuan di Prancis Terbuka 2012 dan 2014, AS Terbuka 2010 serta 2013.

Menguntungkan

Djokovic merasa penampilan saat ini seperti di final Wimbledon 2011 ketika mengalahkan Nadal kendati Nadal mampu melenggang ke final kali ini dengan tanpa kehilangan set.

Rontok dari pujiannya yang tinggi untuk lawannya, Djokovic melihat keuntungan baginya dengan turnamen yang dimainkan di musim gugur karena pandemi korona. Jadwal Prancis Terbuka biasa dilangsungkan di musim semi atau asal musim panas. Saat ini cuacanya lebih sejuk, kondisinya lebih berat.

“Kondisinya berbeda dengan yang biasa saya main­kan pada Mei dan Juni, ” kata Djokovic. “Saya budi itu bisa menjadi kesempatan yang lebih baik bagi saya, jelas bola tidak memantul setinggi dengan dia suka biasanya, ” membuka Djokovic yang berusaha menghentikan upaya Nadal meraih kemenangan ke-100 pada lapangan tanah liat Roland Garros. (AFP/ATP/R-2)