Diburu Kala Infeksi Covid-19 Masih Hina, Kini Masker tak Dipakai

Diburu Kala Infeksi Covid-19 Masih Hina, Kini Masker tak Dipakai

ANGGOTA Ombudsman RI Alvin Lie mengaku heran dengan aksi masyarakat Indonesia yang sempat panik mencari masker saat infeksi covid-19 baru menimpa puluhan orang. Saat virus ini menjalar kpada bertambah dari 3. 000 orang bola lampu hari, protokol kesehatan justru diabaikan.

“Saya heran April lalu saat depan pandemi, ketika sebaran covid-19 masih ratusan per hari kita peraturan jaga diri, di rumah, jalanan sepi. Bahkan kita antre beli masker, sabun tangan atau handsanitizer, tapi kini sebaliknya, ” katanya, Sabtu (5/9).

Ia mengungkapkan perilaku asosiasi berubah ketika ribuan orang bola lampu hari dinyatakan terinfeksi virus tersebut. Masker berikut ketentuan protokol kesehatan tubuh lain sudah diabaikan.

“Kini, September saat jumlah positif covid-19 bertambah 3. 000 orang per hari kita malah santai, dan jalanan pun padat, ” ujarnya.

Baca juga:   Rekor Baru, Penambahan Kasus Covid-19 Jakarta 1. 406 bagi Hari

Masyarakat seperti sudah mencuaikan arahan beraktivitas di rumah. Kemudian, masker dan hand sanitizer tersedia berlimpah tapi tidak digunakan.

“Pemerintah justru getol buka kembali bioskop, perbelanjaan, sekolah dan sebagainya. Ganjil-genap pada Jakarta diberlakukan lagi agar awak menggunakan transportasi publik yang padat, ” ungkapnya.

Dengan sikap abai bangsa dan peningkatan penyebaran infeksi, oleh sebab itu sulit bagi Indonesia dapat cepat keluar dari persoalan covid-19.

“Bagaimana kita akhiri pandemi ini. Saya heran plus prihatin, khawatir dan resah, ” pungkasnya. (OL-5)