berburu-es-krim-gelato-ala-italia-di-jogja-1

Berburu Es Krim Gelato ala Italia di Jogja

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

YOGYAKARTA sudah sejak lama lumrah dengan kuliner tradisional gudeg ataupun bakpia. Namun, jangan salah, ada pula kuliner asal Italia yang serupa ramai menjadi buruan para wisatawan saat melancong ke Jogja yaitu es krim Gelato.

Il Tempo Gelato namanya. Kuliner ini lulus mencuri perhatian warga Jogja dan wisatawan sejak 2015. Bahkan, Il Tempo Gelato menjadi salah satu bahan destinasi wisata kuliner dalam Jogja hingga sekarang.

Yessy, 25, mengaku, sudah sangat sering datang ke Il Tempo Gelato di Prawirotaman. Menurut nya, es krim dalam Il Tempo Gelato sip dan tidak bikin eneg.

“Ke sini sering bareng teman-teman atau kalau teristimewa bete. Makan es krim gelato rasanya jadi better, ” kata gadis dengan berdomisili di Jogja tersebut, Kamis (11/3).

Di temui di Il Tempo Gelato di Jalan Prawirotaman Yogyakarta, anak dari pemilik gerai Rudi Festraets, Nina Festraets, menceritakan sejarah berdirinya kantin es krim khas Italia itu bermula saat sang ayah tertarik membuka daya es krim lantaran melihat kesuksesan Gusto Gelato.

“Ia (si pemilik Gusto Gelato) kemudian mengatakan (kepada Rudi Festraets sebagai pendiri Il Tempo Gelato), kenapa tidak membuka Gelato di Jawa karena di sini (Bali) sukses, ” kata Nina ketika ditemui di amben Il Tempo Gelato pada Jalan Prawirotaman, Kamis (11/3).

Rudi pun kemudian menetapkan Yogyakarta sebagai tempat untuk mengembangkan usaha es krim gelato karena dinilai mempunyai prospek yang menjanjikan. Ternyata benar, Il Tempo Gelato sangat disukai warga Yogyakarta dan wisatawan yang datang.

Il Tempo Gelato lulus memadukan antara rasa es krim yang lezat dan desain ruangan mengadopsi gaya Italia. Alhasil, antrean pembeli pun tidak terelakkan. Nina menceritakan, gelato yang disajikan dibuat seotentik mungkin secara gelato di tempat asalnya, Italia. Hanya saja rasa gelato di Il Tempo berniat dibuat sedikit lebih indah untuk menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

Nina kendati menjelaskan, perbedaan es krim biasa dengan gelato. Pembuatan gelato tidak menggunakan telur, krim yang digunakan jauh lebih sedikit dibanding es krim pada umumnya, dan ada bahan-bahan campuran spion. Hasilnya, tekstur es krim gelato lebih padat & lembut di lidah daripada es krim umumnya.

“Agar rasanya sama dengan gelato dari Italia, krim & beberapa bumbu rahasia pasti kami impor, ” kata Nina.

Baca selalu:   Konsumsi Es Krim Tergerus Pandemi

Buat varian rasa, ada 28 rasa yang bisa dipilih, dari chocolate, mint chocolate, banana chocolate, tiramisu, strawberry, pineaple, dragon fruit, milk cheese biscuit, hingga bali flower. Nina juga membaca, yang menjadi kekhasan gelato di Italia, es krim tidak diambil dengan menggunakan scoop es krim, namun menggunakan cetok (layer) gelato.

Selain rasa, bentuk gedung konsep tata ruangnya juga sangat diperhatikan. Il Waktu Gelato dibuat laiknya coffee shop agar pengunjung dengan datang merasa nyaman. Desain ruangan juga ditata secara apik sehingga menjadi gaya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk berswafoto sambil menikmati es krim gelato.

Es krim di Il Tempo Gelato dibanderol mulai untuk ukuran kecil 25 ribu hingga 120 ribu buat ukuran ekstra besar.

Di dalam sehari, lanjut Nina, Il Tempo Gelato bisa menghabiskan lebih dari 100 loyang es krim pada periode sebelum pandemi, sedangkan saat pandemi sekitar 60 loyang es krim sehari.

“Kami kini memiliki tiga gerai Il Tempo Gelato dalam Jogja, yaitu di Prawirotaman, Jalan Kaliurang, dan pada Malioboro, ” paparnya.

Dalam waktu dekat, mereka pula akan membuka satu amben es krim Il Tempo Gelato di Jalan Sagan, Yogyakarta.

Nina juga menerangkan, saat ini masih tersedia sengketa terkait Tempo Gelato dengan dua rekan usaha Rudi Festraets saat mengasaskan di Jalan Prawirotaman, yakni Pascal Briere dan Ema Susmiyarti. Sengketa tersebut zaman ini telah masuk di dalam tahap kasasi di Mahkamah Agung.

“Konfliknya terjadi semenjak 2018 harapannya segera ada solusi dan segera selesai, ” tukasnya.

Ia biar yakin, ayahnya bisa memenangkan sengketa tersebut karena mempunyai bukti yang kuat. Baik masih menghadapi sengketa, Nina berharap Il Tempo Gelato dapat terus berkembang ke depannya dan masyarakat Jogja serta wisatawan tetap bisa menikmati waktu makan es krim di Il Waktu Gelato.

“Sesuai dengan namanya, Il Tempo Gelato dengan berarti waktunya es krim gelato, ” pungkasnya. (OL-5)