baznas-raih-sertifikat-iso-sistem-manajemen-keamanan-informasi-1

Baznas Raih Sertifikat ISO Sistem Manajemen Keamanan Informasi

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

SISTEM  Proses Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meraih sertifikasi Bentuk Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) ISO 27001: 2013. Bentuk ini untuk memastikan Baznas  memiliki kontrol terkait kesejahteraan informasi terhadap proses pengelolaan zakat yang mungkin menerbitkan risiko atau gangguan.

Brevet Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) ISO 27001: 2013 diberikan oleh NQA Nusantara, sebuah badan penilai, testimoni, dan sertifikasi terkemuka yang berbasis di London, Inggris.

Penyerahan sertifikat ini dilaksanakan secara daring oleh Sales dan Marketing Manajer NQA Indonesia, Fefi Magdalena pada Pimpinan Baznas RI, Dr Nadratuzzaman Hosen, MS, M. Sc, mewakili Ketua Baznas  RI dan disiarkan lagsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Senin (12/4).

Turut menyaksikan Wakil Ketua Baznas  RI, Mokhamad Mahdum, SE, MIDEc, Ak, CA, CPA, CWM, Pimpinan BAZNAS MENODAI, Drs Kolonel Caj. (Pur) Nur Chamdani, Drs. KH Achmad Sudrajat, LC, MA, Dirut BAZNAS RI, M Arifin Purwakananta, Direktur Operasi BAZNAS RI, Wahyu TT Kuncahyo, Kepala Divisi Sisdur, Deni Hidayat.

Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Dr Nadratuzzaman Hosen, MS, M. Sc menyampaikan pencapaian Surat Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) ISO 27001: 2013 itu merupakan bukti nyata kontrak dari seluruh jajaran BAZNAS, baik Anggota, Direksi serta seluruh amil untuk menghadirkan lembaga zakat negara yang memiliki manajemen dan pengaruh terkait keamanan informasi terhadap proses pengelolaan zakat dengan mungkin menimbulkan risiko atau gangguan.

“Sertifikat Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) ISO 27001: 2013 ini diharapkan bisa memperkuat komitmen dan sekali lalu memastikan bahwa data & informasi yang dimiliki BAZNAS tetap aman dan aman, ” kata Dr Nadra.

Seiring dengan perkembangan teknologi, penerapan tata kelola teknologi Informasi (TI) yang jalan saat ini menjadi hajat dan tuntutan setiap pola.

Dalam penyelenggaraan tata kelola teknologi, faktor keamanan informasi merupakan aspek yang benar penting diperhatikan mengingat kemampuan tata kelola suatu sistem akan terganggu jika data sebagai salah satu obyek utama mengalami masalah ketenangan informasi yangmenyangkut kerahasiaan, kelengkapan dan ketersediaan informasi. Untuk mengatasi hal itu diperlukan penerapan sistem manajemen

Dr Nadra mengatakan di era digital seperti sekarang ini, keamanan informasi menjadi peristiwa yang tidak bisa kita abaikan. Terlebih dalam kala pandemi Covid-19 ini. Biar begitu kepercayaan publik atau muzaki/mustahik harus dijaga kerahasiaan (confidentiality), keutuhan (integrity) & ketersediaan (availability) dari fakta

“Kebutuhan dan aktivitas kita sebagai lembaga pengelola zakat semakin membuat kita memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal. Maka menjadi kewajiban untuk kita semua untuk mengesahkan bahwa sertifikat ini buat mencegah risiko atau kekacauan. di lingkungan lembaga BAZNAS RI, ” ujar Dr Nadra.

Sales dan Marketing Manajer NQA Indonesia, Fefi Magdalena mengucapkan selamat untuk pencapaian yang diraih oleh BAZNAS.

“Kami mengucapkan aman atas perolehan Sertifikat Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) ISO 27001: 2013 pada Sistem Operasi Baznas, ” ujarnya.

Menurut Fefi dalam penyelenggaraan tata kelola teknologi, faktor keamanan informasi merupakan bagian yang sangat penting diperhatikan mengingat kinerja tata kelola suatu organisasi akan terganggu jika informasi sebagai salah satu obyek utama menemui masalah keamanan informasi dengan menyangkut kerahasiaan, keutuhan serta ketersediaan informasi.  

“Untuk mengatasi hal itu diperlukan penerapan sistem manajemen ketenteraman informasi yang diakui secara internasional yakni standar global kemananan informasi ISO 27001, ” ungkapnya.

Untuk diketahui, implementasi Sistem Manajemen Kesejahteraan Informasi ISO 27001 pada BAZNAS dimulai sejak Kick Of ISO 27001 di dalam Agustus 2019. Dari tingkatan tersebut Baznas  menerapkan SMKI ISO 27001 untuk tahap awal dimulai dari Direktorat Operasi dan akan dikembangkan ke seluruh unit kegiatan pada tahun 2021. (RO/OL-09)